 |
image siedoo |
Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan bahasa Indonesia sudah banyak mengalami pergeseran dengan banyak unsur serapan bahasa asing. Belum lagi, banyak orang yang takut dikatakan ketinggalan zaman. Bahasa Daerah yang harus selalu dilestarikan. sebagai anak bangsa, para pemuda sudah pasti harus mengetahui bahasa, maupun kebudayaan dari kampung halamannya, terlebih mereka yang sudah terlahir di kota-kota lainnya, berikut yang keadaan ekonominya menengah ke atas. sebagai penyelamat generasi selanjutnya. Sangat kasihan jika anak-anak yang lahir namun sudah kehilangan jati diri bangsanya. Pada usaha mencegah kecelakaan budaya tersebut, sangat penting bila bahasa daerah tersebut direvitalisasi lagi di sekolah- sekolah dengan tetap menyuguhkan mata pelajarannya. pelajaran bahasa daerah seyogyanya harus digalakkan lagi karena sudah merupakan amanah Undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Belum lagi, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagari) nomor 40 tahun 2007 tentang Pedoman Bagi Kepala Daerah Dalam Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Negara dan Bahasa Daerah, Ini adalah suatu kewajiban bagi penyelenggara pendidikan formal dalam usaha menjaga, menjalankan, dan menerapkan nilai-nilai cinta tanah air kepada para pelajar disekolah. Anak-anak sekarang, sudah sangat menggandrungi bahasa luar yang notabene lebih mudah masuk lewat media-media sosial. Sebagai penyelenggara pendidikan di daerah, sudah sepantasnya bahasa daerah yang kita punyai, dilestarikan untuk menghidari terjadinya kepunahan budaya daerah. UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization). Menyadari betul betapa pentingnya bahasa ibu bagi kehidupan umat manusia, maka pada tanggal 21 Februari 1991 di Paris, lembaga PBB ini mencanangkan Hari Bahasa Ibu Sedunia, yang diharapkan dapat berlangsung setiap tahun guna memajukan keanekaragaman budaya dan bahasa dunia. Fungsi Bahasa Daerah dalam Bahasa Indonesia Bahasa daerah tentunya memiliki hubungan dengan bahasa Indonesia. Kedudukan bahasa daerah tercantum pada UUD 1945 pasal 36 Bab XV yang berbunyi “Bahasa daerah merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia yang hidup; bahasa daerah adalah salah satu unsur kebudayaan nasional yang dilindungi oleh negara. 1. Pendukung Bahasa Nasional Fungsi pertama bahasa daerah dengan bahasa Indonesia yaitu sebagai pendukung bahasa nasional. Bahasa daerah merupakan bahasa yang keberadaannya di akui oleh suatu negara. Hal ini tercantum pada pasal 32 ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi ” Negara menghormati dan memilihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional “. Adapun bahasa daerah memberikan pengaruh pada bidang morfolog, fonologi, sintaksis, dan juga kosa kata kepada bahasa Indonesia. Dan juga sebaliknya bahasa Indonesia pun memberikan pengaruh terhadap perkembangan suatu bahasa daerah. Jadi bahasa daerah dan bahasa Indonesia itu saling melengkapi dalam proses perkembangannya. 2. Sumber Kebahasaan Kita telah sama-sama tahu, bahasa daerah di Indonesia setidaknya terdapat 714 bahasa daerah, itupun yang baru diketahui. Sebab sampai saat ini pemerintah melalui lembaga bahasa terus meneliti dan mencari tahu bahasa daerah yang ada. Maka kemungkinan di tahun-tahun selanjutnya bahasa akan terus bertambah. Kekayaan bahasa daerah inilah yang menjadi sumber kebahasaan untuk bahasa Indonesia, sehingga ada beberapa bahasa daerah yang diserap menjadi bahasa Indonesia. Maka tak heran jika kosakata dalam bahasa Indonesia terus bertambah. 3. Bahasa Daerah Sebagai Bahasa Pengantar Indonesia menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pada permulaan tingkat sekolah dasar. Dimana pada tingkat itu sebagian anak belum dapat menggunakan bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia. Biasanya penggunaan bahasa daerah tersebut hanya diperbolehkan sampai kelas tiga saja, setelah itu dilanjutkan
menggunakan bahasa Indonesia. Akan tetapi berbeda halnya dengan daerah-daerah tertentu, yang sebagian besar menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa ibu, selama bersekolah dasar diperkenankan untuk menggunakan bahasa daerah. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Seperti yang telah disebutkan di atas, pada permulaan memasuki sekolah dasar tidak semua anak dapat menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan mungkin bisa saja di daerah-daerah tertentu beberapa anak tidak mengenal bahasa Indonesia, karena sudah terlalu biasa menggunakan bahasa daerahnya. 4. fungsi etika Dilingkup keluarga masyarakat dapat mendidik generasi mudanya untuk menggunakan bahasa daerah yang baik melalui tutur kata yang santun. Seperti tercatat dalam sejarah bahwa bahasa daerah memiliki tingkatan khusus untuk membedakan tutur kata kelas-kelas masyarakat. Fungsi etika juga dapat ditemukan pada peninggalan sejarah atau karya-karya tulis nenek moyang. Nenek moyang mewariskan nasihat-nasihat, nilai-nilai kehidupan dan kebajikan dalam bahasa daerah. Adapun kedududukan bahasa daerah di ataranya : 1. Lambang kebanggaan daerah, 2. Lambang identitas daerah, 3. Alat penghubung dalam keluarga dan masyarakat daerah. Olehnya pemerintah daerah perlu menggalakkan dan mendorong pelestarian bahasa daerah di sekolah maupun ditempat-tempat tertentu sebagai wujud kecintaan akan budaya daerah. (By. Hasmadin)