Menjadi
seorang guru profesional merupakan impian bagi para guru, yang mengabdikan diri
untuk membentuk manusia-manusia yang berkarakter mulia. Namun hal ini
membutuhkan proses yang panjang dan memadai baik secara internal maupun
eksternal.
Dari
sudut pandang internal guru harus mampuh mempersiapkan diri untuk membawa
peserta didiknya untuk dapat berpikir tingkat tinggi yang penuh inspirasi. Untuk
mewujudkannya, tentu guru harus memiliki strategi dan teknik dalam setiap
pelaksanaan pembelajarannya.
Setidaknya ada
beberapa cara yang mesti dilakukan seperti :
1. Penggunaan Metode Pengajaran yang Tepat
Sejauh ini, metode
pengajaran merupakan masalah yang sering dihadapi oleh guru. Karena dalam
proses belajar, metode inilah yang akan mempengaruhi berhasil atau tidaknya
ilmu yang diajarkan. Sebenarnya, metode pengajaran sendiri bisa dilakukan
dengan berbagai hal. Misalnya, metode pengajaran dengan praktik, tanya jawab,
diskusi, atau metode lainnya.
2. Membangun Kedekatan dengan Siswa
Dalam segala hal,
membangun kedekatan merupakan sesuatu yang penting. Begitupun dengan kedekatan
guru dengan peserta didik. Namun jangan salah dimengerti, karena kedekatan yang
dimaksud di sini yaitu kedekatan yang tetap memiliki batas antara guru dan
siswa. Misalnya, saat mengajar, cobalah membangun kedekatan dengan cara
menghampiri siswa, lalu menanyakan mengenai sistem pengajaran yang Anda
terapkan. Jika terdapat kontra dan masukkan, ambil jika baik. Tetapi jika
kurang tepat tetap tegas dan berikan pengertian yang baik untuk siswa.
3. Memahami Apa yang Diinginkan Siswa
Menyamakan sistem
pendidikan tempo dulu dengan sistem pendidikan masa kini tentu bukan sesuatu
yang benar. Bukan tanpa alasan, namun cara tersebut justru akan membuat siswa
merasa kurang nyaman. Sebenarnya memang tidak sepenuhnya salah. Karena tanpa
disadari, seiring waktu sistem pendidikan di era modern memang banyak menggerus
norma pendidikan tempo dulu. Salah satunya yaitu tata krama. Nah, di sinilah
mengapa kedekatan antara guru dan siswa menjadi sesuatu yang penting. Yaitu
untuk memahami kemudian membetulkan perilaku dan keinginan siswa yang dianggap
keluar dari norma. Sebab, alih-alih langsung menghakiminya, memahami justru
akan lebih membantu siswa untuk mengerti pesan yang ingin Anda sampaikan
4.
Mengupgrade Ilmu
Setiap Waktu
Metode
pengajaran, membangun kedekatan dan memahami siswa, memang merupakan tiga kiat
agar sukses menjadi guru masa kini. Namun sebagai guru yang baik, Anda juga
perlu memperhatikan ilmu yang akan diajarkan pada siswa. Seperti yang
diketahui, pelajaran sekolah cenderung masuk dalam kategori ilmu pasti. Namun
bukan berarti Anda tidak perlu meng-upgrade ilmu tersebut. Karena untuk materi
apapun, contoh dan metode yang akan Anda terapkan setiap waktu membutuhkan
pembaharuan agar tidak membosankan.
5.
Memberi apresiasi
Memberikan
apresiasi untuk seriap usaha dan upaya siswa juga dapat menjadi satu stimulus
bagi para anak didik. Karena mereka butuh penghargaan sehingga, sebisa mungkin
selalu berikan apresiasi untuk setiap usaha yang mereka lakukan. Kiat ini
mungkin memang terlihat sederhana. Namun Anda sadari atau tidak, apresiasi
tersebut akan membangun rasa semangat dan kepercayaan diri siswa.
6.
Menciptakan Suasana
Kelas yang Menyenangkan
Menciptakan
suasana kelas yang menyenangkan merupakan teori dasar menjadi guru yang wajib pahami.
Tidak perlu bingung, karena situasi menyenangkan tersebut bisa dibangun dengan
cara-cara yang mudah. Misalnya, dengan memberikan metode pengajaran yang
bervariasi pada setiap pertemuan.
7.
Berperan Menjadi
Contoh bagi Siswa
Selain
sebagai pengajar, guru juga akan menjadi contoh bagi siswa. Alasan itulah,
mengapa penting bagi guru untuk menjaga sikap dan menempatkan diri ketika
berada di sekolah. Menempatkan diri yang dimaksud di sini yaitu mengerti
bagaimana cara menjadi guru yang baik dalam menghadapi siswa, bagaimana cara
menjadi guru yang tegas, tetapi tetap rendah dan sederhana, serta tahu bagaimana
cara menjadi guru yang berwibawa, namun tidak terkesan killer.
8.
Bersikap Fleksibel
Kiat
agar sukses menjadi guru lainnya yaitu bersikap fleksible. Meskipun berperan
sebagai benteng untuk mencegah siswa keluar dari norma, namun sebisa mungkin
cobalah terapkan sikap fleksibel. Yang dimaksud yaitu sebisa mungkin tempatkan
diri sebagai sosok yang tepat dengan cara melihat karakter siswa yang Anda
hadapi.
9. Peka dan Menghargai
Setiap Progres Siswa Proses Pada dasarnya, progres dan kemampuan
setiap siswa memang akan berbeda. Ada yang cepat menangkap
pelajaran yang disampaikan. Namun ada pula siswa yang membutuhkan
waktu yang cukup untuk dapat menangkap materi pengetahuan yang
disampaikan oleh guru, sehingga guru mesti sabar dan tetap menghargai
apa yang dikerjakannya meski berbeda dari siswa lainnya.
Setiap Progres Siswa Proses Pada dasarnya, progres dan kemampuan
setiap siswa memang akan berbeda. Ada yang cepat menangkap
pelajaran yang disampaikan. Namun ada pula siswa yang membutuhkan
waktu yang cukup untuk dapat menangkap materi pengetahuan yang
disampaikan oleh guru, sehingga guru mesti sabar dan tetap menghargai
apa yang dikerjakannya meski berbeda dari siswa lainnya.
post by Hasmadin, S.Pd